Feeds:
Posts
Comments

Live Your Life Folks..!

2 kejadian bunuh diri di 2 mall yang berbeda pada hari yang sama, memang ngebikin sedikit spooky, yang satu cewek, yg satu cowok, dan dua-duanya memutuskan untuk bunuh diri di mall yang lumayan baru dan mall yang cukup prestigious.

Beberapa tahun yang lalu juga pernah ada kejadian terjun bebas dari salah satu gedung di daerah Thamrin, Jakarta, pelakunya cowok masih muda belia. Begitu juga 2 pelaku bunuh diri di mall yang terjadi baru-baru ini, dua-duanya masih muda belia, umur juga kalo gak salah, gak lebih dari 25 tahun.

Gue gak begitu mengerti apa yang ada di pikiran mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk commit suicide, apakah beban hidup yang menurut mereka terlalu berat untuk dipikul ato masalah yang menurut mereka gak bisa diselesein.

Commit suicide buat gue adalah tindakan yang sangat bodoh, beberapa tahun yang lalu, gue pernah didatangin oleh (H), mantan pacar sahabat gue (G), yang sepertinya cinta mati dengan G, setelah si H diputusin oleh G, hampir tiap hari si H menelpon gue, dan seringkali H mendatangi gue, keluhannya sama terus, “gue mo bunuh diri aja mit, sakit bgt, gak tahan”, awal-awalnya masih gue tenangin, lama-lama, berhubung gue udah bosen dengernya.. nih orang mo bunuh diri ngelapor dulu, kalo emang niat, ya bunuh diri aja sendiri, gak usah ngelapor-lapor, dan gue udah capek nenangin, gue tantang sekalian “ya udah, kalo menurut lo, bunuh diri bisa ngilangin sakit hati, ya silahkan, gih sana.. mo pake apa..? piso apa tali..??”

Setelah beberapa bulan berlalu, tiba-tiba si H muncul lagi, kali ini dengan berita “gue udah punya pacar baru”, setahun kemudian muncul lagi dengan berita “gue mau merid taon depan”, dan beberapa bulan kemudian dia muncul lagi “dateng ya ke nikahan gue”

Terlepas dari apakah si H ini bahagia dengan pernikahannya ato gak, let’s assume kalo dia sekarang telah menjadi keluarga kecil nan bahagia. Seandainya si H memutuskan untuk bunuh diri, dia gak akan pernah tau, kalo finally he’ll meet someone, fall in love and start a family and later on having kids.

Gue selalu percaya, God is the best and a perfect script writer, selama hidup gue yang udah puluhan tahun, too many things I have tasted, I didn’t have a very good childhood, I struggle against all the negative thoughts of some people, I lost loves many times, I have shattered into broken pieces, I’ve came to the lowest part.. and I believe so does other people..

TAPI

Didalam sebagian besar teori, yang sangat menentukan hasil akhir adalah proses, proses untuk dapat menjadikan semua kenangan buruk menjadi pelajaran hidup dan motivasi, proses pembuktian diri bagi lingkungan dan komunitas, proses untuk lebih menghargai apa yang kita punya dan proses untuk bangkit lagi., begitu kita bisa menjalani dan berhasil melalui semua proses tersebut, maka kita akan mendapat hasil akhir yang menyenangkan.

Susah..? memang.. teori emang lebih gampang dari prakteknya, each time you wanna give up, coba mikir lagi, too much wonderful things yang udah pernah dirasakan, dan mungkin akan lebih banyak great things yang akan dirasakan nanti, would you give that up?

One of my very dear friend bilang ke gue, karena global crisis dia kehilangan pekerjaan, sementara dia masih harus bayar mortgage apartmentnya, dan cicilan motornya, sebulan dia harus mengeluarkan at least 2000 EUR, sementara dia Cuma dapat unemployment fee dari pemerintah sebesar 800 EUR, the bank always calls him almost everyday, sementara dia sampe sekarang masih belum dapat pekerjaan.

Surprisingly, temen gue ini masih berpikir positif, “mau diapain lagi..? gak mungkin kan gue ngerampok bank?, I will get over it, pay the debt and move on, when..? someday.. gak mungkin gue seumur hidup kayak gini.. you’ll see.

Tapi sifat dasar manusia, selalu kebanyakan mikir negative dibandingkan positive nya, sekalinya dikasih susah, sibuk mengasihani diri sendiri, terus lupa sama kesenangan yang dulu pernah didapetin.

So, when things get rough, just enjoy it, kebanyakan orang mengira dengan mati menyelesaikan masalah, karena orang tidak pernah berkunjung ke dalam kematian kemudian balik lagi ke kehidupan, gak pernah tau kan apa yang terjadi setelah mati? Mungkin para pelaku bunuh diri tersebut setelah ngerasain mati, akhirnya nyesal.. pengen hidup lagi, tapi gak bisa..

Nobody wants to have a bad life, sometime it can’t be controlled, up and down, high and low, that’s the road must be taken, face it, deal with it, most of all love it, because u’ll never know what will u find along the way and something great is waiting for u at the end of the road, only if u believe it..

From an Old Box

She’s lying there on her bed, waiting for a call from some of her friends, it’s a very cold night, bellow zero, she doubts there would be people go outside their home or apartment. She imagines some of her friends whom choose rather to stay at home with their family and love ones, mingled with a cup of hot choco in their hands.

While her, just spending her night lying there, there would be some things that she can work on, but, she doesn’t have any will to do anything.

Again, she open up those envelopes, all she has to do is sign it, isn’t it her dreams? Isn’t all her works and prays finally come true?, she closes all that envelopes for the ten times, still leave the signature field empty.

She grabs the coat, she really needs fresh air, this is a very lonely night, the street is almost empty, only some people with their booze in their hands wrapped by a paper bag, she leads her steps to a coffee house in the neighborhood, an old man, named Alejandro welcome her as always with his friendly smile, she always likes him, his wise eyes and humble gestures always remind her of her grandpa, he has 3 children and 7 grandsons, however he only lives in his small flat with his wife Anna, both of them together running a small coffee house, they like to chat with all their customers, she always goes there almost everyday, it feels like going home.

She often chats with Alejandro, it makes her forget her homesick, and they always make her feels like home. Tonight, three of them sit around the table, she said that she’s missing her family, she said she doesn’t know what to look for anymore, she said she wants to choose the other option, she said she can’t face the world alone because she’s not strong enough for that, she said she’s tired, she said she’s stop wanting, she said the world is too big for her.

Simply, Alejandro replied with smile on his face, “all you want is going home, so go home, do not live in the world that you try to create, live in the world that God already created for you. Do not think that you waste all your works, you don’t need to prove anything to people, you don’t have to be ashamed going home, you don’t have to be scare of what people say, stop thinking of what people want, think of what you want, all parents want their children to be around them all the time, but there also would be a time when they have to let them go, and all the children never realized the thing that they call home, is their parents”

On her way home, she’s back of her thoughts, what she really wants..?, isn’t this would make her parents proud? Isn’t this what she works for? what is she looking for?

She’s going back to her flat, pick up a phone and dialed a number, a lovely voice on the other side pick up the phone, directly she answers her hello, with “Mom, can I go home..? for good? I am done here”

I miss you…!!

Past days has been really productive days for my writing, ironically, the writing that has been haunting me for the last 2 years, has never been completed, I think I would start to name it “a lifetime project”

I really enjoy having this writing passion get back in me for the last 4 days, too many writings have been created, even only some of them are published in my blogs, some of them will remain in my laptop, until I have gut to release it, and some of them that being published will keep silent with password protected.

I miss you…!

I’ve been searching for you since last year, I miss when my fingers can’t stop typing, when my head full of ideas, when I am able to translate my feeling into writing, when I loose sleeps because all the ideas keep coming back. I miss writing a story, writing about someone, that I know I could never be. I miss translating my anger, sadness, happiness, emptiness into that writing. Mannn…! I think I am going crazy…

I miss for being free to tell everything, I miss having my ideas dance in my head waiting to be expelled, I miss my smile when I finished my writing with a great ending, I miss all the silent when I am writing.

I extremely missing you..!

This post is password protected. To view it please enter your password below:


This post is password protected. To view it please enter your password below:


Gue hidup untuk hari ini cuy, apa yang terjadi, ya terjadilah, biarin aja, hari ini gue kaya, trus besok gue miskin, ato hari ini gw punya kerjaan, terus besok dipecat, paling tinggal nyari kerja lagi, susah amir…

Enak loh mit, coba deh, sekali-kali loe jgn planning hidup lo, keluar dari keseharian lo, memberontak sekali-kali, selama ini kan hidup lo udah enak, mo apa-apa tinggal minta bokap, sekali-kali susah wouldn’t kill you..

belajar deh jadi beda dengan yang lainnya, gak usah terlalu mikirin kata dan pendapat orang, yang ngejalanin hidup kan lo sendiri.

*Menghela napas panjang*

Mo jujur-jujuran nih..? gue paling bete kalo ada yang ngomong gini ke gue.. Niat gue yang tadinya cuma pengen menasehati dia, karena gaya hidupnya yang menurut gue terlalu berlebihan dan aneh, akhirnya gue cuma diem, nyengir sambil menghujat sumpah serapah didalam hati, dia yang cuma gue kenal selama 3 tahun, udah berani memberikan judgment yang berlebihan, seolah udah mengenal gue seumur hidup. Stereotype “anak manja dan penurut” emang udah sering gue dapatkan dari beberapa orang yang mengenal gue hanya pada beberapa tahun terakhir ini, kadang suka bikin telinga panas, but trust me.. I’ve been going through a lot, I did many things that I wish I never did, I know how’d it feels to be zero in everything, and I fought for everything that I want, I am not spoiled, but I do get what I want and I get that in a hard way, not just wave my hand to my dad..

Being rebellious is cool, but.. it has time limit, been there, done that..!

Dulu, gue selalu ingin beda dengan yang lain, entah kenapa, keinginan untuk selalu “dilihat” dan sifat rebellious  keluar membludak dengan luar biasanya. Semakin gue beda dengan orang-orang sekitar, gue semakin senang, semakin gue bisa memberontak dari aturan yang ada, sepertinya gue merasa hidup gue semakin bermakna, semakin ketat aturan yang mencoba mengikat gue, semakin kuat gue menggeliat untuk keluar dari aturan tersebut. Gue merasa punya hak penuh untuk mengatur seperti apa hidup yang bakal gue jalanin, dan peduli setan dengan pikiran dan judgment orang-orang sekitar, selama gue gak menyakiti orang lain, karena gue yang bakal ngejalanin hidup, bukan orang laen, bukan keluarga, bukan orang tua.

Am I a Planner?

The answer, unconsciously.. Yes.. certain conditions have made me as a planner

Terlepas dari semua prinsip gue diatas, gue sadar akan konsekuensi yang akan gue terima, gue mulai mengatur dan merancang hidup gue, semuanya berdasarkan worst case scenario, gue memang seorang planner, tapi plan scenario yang gue bikin gak pernah melibatkan orang lain, gue gak pernah mau menggantungkan jalan hidup gue kepada siapapun, bahkan keluarga, karena gue yakin, yang bisa memahami jalan pikiran gue, cuma gue sendiri, bahkan dari kecil, gue udah sibuk dengan pikiran gue sendiri, syndrome anak kedua sangat melekat pada keseharian gue, merasa tersisihkan dari sodara-sodara yang lain, menjadikan gue terbiasa hidup sendiri.

Gue inget, goal pertama yang pernah gue bikin adalah, keluar dari rumah dan hidup mandiri sendirian. Untuk itu, gue harus punya bekal, tingkat pendidikan yang at least sarjana, sehingga gue bisa memperoleh pekerjaan yang setidaknya bisa mencukupi kebutuhan hidup gue. To be honest, gue gak terlalu peduli dengan jabatan atopun tingkatan karir, gue bekerja untuk memenuhi goal hidup gue yang selanjutnya, gue pengen berhenti kerja di umur 40 tahun, gue pengen jalan-jalan, mungkin kalo gue bilang, gue punya plan buat keliling dunia terlalu cliche dan gue tau butuh usaha dan dana yang luar biasa buat memenuhi hasrat keliling dunia.

Beberapa tahun yang lalu, ketika gue menceritakan semua rencana gue dengan salah seorang teman gue yang jauh lebih tua dari gue, dia cuma bilang, “gue mau tau, lo masih punya plan kayak gini gak 5 tahun ke depan, di umur lo yang sekarang, kita emang cenderung egois.. gue…gue…gue…gue… terus, tapi begitu lo udah lebih dewasa, lo bakal sadar, sampe lo setua apapun, sekaya apapun, sebebas apaun, lo tetap butuh keluarga, sahabat dan rumah, coba aja liat”

Surprisingly, kata-kata temen gue tersebut emang terbukti, kalo dulu, gue sempet gak kuat berada dibawah satu atap sama nyokap gue, semenjak hidup sendiri, gue justru kangen diomelin nyokap, kalo dulu, gue lebih memilih beredar keluar rumah dengan teman-teman gue, sekarang, gue lebih memilih di rumah. Semakin gue merasa dewasa, gue semakin ngerasain apa aja pengorbanan yang udah dilakukan oleh orang tua gue dan keinginan buat ngebahagiain orang tua sepertinya gak akan pernah abis. Dan semakin bertambah umur, gue semakin sadar, semakin sedikit waktu yang bisa gue habiskan bersama keluarga gue, orang tua gak akan hidup selamanya, sodara-sodara pasti akan sibuk dengan keluarganya masing-masing. Pada saat-saat inilah suka ada penyesalan, kenapa dulu gue lebih memilih untuk hidup diluar rumah dan jauh dari keluarga.

Gue pernah menjalani hidup sendirian di negeri orang, dengan kultur yang jauh berbeda dari kultur timur, pada awalnya, gue senang, no one will mind my own business, sepertinya pulang kerja enak bgt, gak perlu berbasa basi dengan tetangga apartment, kalo ketemu di jalan gak noleh juga gak apa-apa, gak ada acara gosip ria yang suka diadakan oleh para tetangga di Indonesia pada umumnya, semuanya sibuk pada urusan masing-masing. Akibatnya, pada saat gue balik for good, gue harus ikhlas menerima kenyataan, bahwa, what goes around, comes around, you think it’s cool not to mind other’s people business..? try to take 3 huge luggage from 3rd floor building into the main lobby, using stairs, everyone looking at you with their pity face, but nobody care to offer their hands to help.

Maka dari itu, beruntunglah kita yang hidup di kultur timur, dimana hubungan tiap orang lumayan dekat, ada yang mengingatkan kalo kita salah jalan. Ada teguran dari masyarakat/komunitas akan selalu ngebuat kita intropeksi diri.

Sekarang gue sadar, in some ways, sometime, self  happiness is selfish, siapa bilang, yang ngejalanin hidup itu adalah kita sendiri, kita ngejalanin hidup dengan banyak komponen didalamnya, salah satunya adalah komponen bersosialisasi, kalo hidup itu adalah sebuah film dengan durasi yang sangat panjang, kita cuma bintang utama yang didampingi oleh beberapa bintang pendamping dan ribuan figuran, belum terhitung pihak yang berada di belakang layarnya, yang siap menjadi juri, apakah kita telah membuat film yang sukses dan menghasilkan ribuan amal ibadah, ibarat sebuah film box office. Ato kita selama ini memproduksi film yang hanya kita sendiri yang mengerti jalan ceritanya, dan mungkin saja, film nya termasuk film dengan rating rendah dan gak layak untuk dijadikan tontonan.

Pesan Moral :

Being yourself and ambitious is good, but please be considerate people around you and the rules applied in your community. Suka ato tidak suka, image diri kita bergantung pada pandangan orang di masyarakat. Bersikap kritis boleh aja, tapi tetap ada beberapa hal yang merupakan nilai mati dan gak bisa dikritisi.

Stop being rebellious when you think the time is up, take your note, plan your life, get real girlfriends..!, you won’t live forever. Time is running out.. At the end you will not want to die without any achievement to be remembered, and please noted, that Living for Today is not achievement and something that can be proud of, it’s a stupid idea..

Being unique and different is when you comfortable about yourself, even if you’re a big fans of Backstreet Boys… :p

Serius lo…..???

Lagi enak-enaknya nonton CSI NY tadi malem, tiba-tiba BB Messenger gue bunyi.. karena CSI NY lagi seru-serunya, gue cuekin, bunyi lagi, gue cuekin lagi, tapi sepertinya oknum diseberang sana, gak putus asa, BBM dicuekin, beliau dengan segera nelpon.

Oknum T : kalo punya BB diliat dong..! gue kan BBM lo dari tadi…!

Mita : duh, maap, gue jarang reply chat kalo malem.. lagi nonton.. ada apaan…??!

Oknum T : kmaren, gue BBM siang juga gak dibales..

Mita : yaaaa.. kan gue kerjaaa… niatnya sih mo bales sorenya, tapi lupa.. maapp..!

Oknum T : jadi kalo BBM lo, kapan bisa nya..?

Mita : ya, kalo jam kerja jangan, trus kalo malem ada acara bagus, ato lagi pacaran, ato kalo lg hang out, lagi nyetir.. jangan BBM..

Oknum T :*dengan nada sedikit meninggi* yeee…. mana gue tau gebleeek…!!

Mita : huehehehe.. ada apaan sih..??!!

Oknum T : eh.. umur lo belum 35 kan..?

Mita : *masih serius nonton CSI* ya belum laaahhh…!!

Oknum T : udah nikah belum..???

Mita : *perhatian mulai teralihkan* beloonn dudul…!! knapa emangnya..?? gak ada cerita dijodoh2in..!

Oknum T : yee… GR lo..! siapa yg mo ngejodohin..??!!!, uhmm.. lo masih kerja kan..?

Mita : * mulai serius nonton CSI lagi, karena merasa semua pertanyaan oknum T gak penting* masih dong.. kalo gak, siapa yg mo menghidupi gue..?

Oknum T : Spanish lo masih oke..?

Mita : *CSI lagi seru, nonton tambah serius* si, hablo espanol.. porque..?

Oknum T : bagus… bagus…

Mita : ada apaan sih..???? job offer dari spanyol..??

Oknum T : gak sih… uhhmmm…. bentar.. bentar.. *terdengar suara diseberang sana sedang menulis*

Mita : woyy… ada apaan..???

Oknum T : gini mit… gue lagi iseng.. trus mikir.. eh.. lo dengerin gak sih?

Mita : *masih serius dengan CSI* he eh.. mikirin apaan?

Oknum T : gue mo daptarin lo..

Mita : kemana..? sekolah? beasiswa..? kerjaan baru…? acara Take Me Out..?

Oknum T : bukan kalii… ke situ.. anu.. uhmmm.. yg dulu lo gak mau itu loh.. Fun Fearless Female buat 2010…!!!

Mita : HAH..??!!! *semua konsentrasi buyar* gile lo.. gak mau gue..!!

Untuk oknum T… jangan mikir yang aneh2 ya.. duuhh.. dari kemaren-kemaren mo nonton CSI gak bisa-bisa.. please deh.. get rid of that idea.. nonton pilem horror aja gue takut.. gimana mo disebut fearless..? kalo Fun.. ya.. itu sih obyektip.. satu-satunya kriteria yang gue penuhi adalah.. Yap.. gue FEMALE, tidak diragukan lagi..

Jadi apakah anda mau voting untuk Seorang Wanita Yang “mungkin asik” tapi Masih Takut Nonton Pilem Horror sebagai Fun Fearless Female 2010..????

Rambut yang bikin Dilema

Gue sangat suka bereksperimen ama rambut, dari potong pendek nge jigrak (hasil rayuan dan paksaan Dini), keriting disaat orang-orang berlomba buat bounding biar bisa keren kayak Dao Ming Tse-nya Meteor Garden, bosen keriting dilurusin lagi, padahal aslinya rambut gue lurus abis kayak jalan tol Cipularang, masih belum puas, diwarnain dari warna ungu, merah, biru, brunnete.. kalo rambut gw bisa ngomong and bisa milih buat tinggal di kepala siapa aja, spertinya mereka udah mengutuk gue jadi kodok gendut yang botak *tiba-tiba ngebayangin kodok gondrong*

Ceritanya nih, dari kmaren gw sbenernya udah dilema, potong poni gak ya..??? cuma kok selama gue tinggal di Bali, untuk urusan potong rambut, masih blum menemukan salon yang sreg buat gue.. kalo cuma urusan creambath sih gak apa2, pake salon apa aja, tp kayaknya kalo urusan potong rambut, kayaknya kudu milih bgt.

Berbekal dari kata nyokap gue, “kamu jangan diponi ah.. jelek, kayak abege”, sementara kata adek gue,“Uni, diponiii dikit.. biar keren.. gak kayak embak-embak”, nah, kmaren gw pas lagi nyatok rambut, bingung.. nih poni, udah kepanjangan, mo di kesampingin, gak banget deh kayak embak-embak *masih beruntung lah, daripada kayak mas-mas*, di kebelakangin.. duh jidat gw gede buangeett.. di kedepanin kayak kuntilanak nyasar… akhirnya gue ambil gunting dalam laci.. potong, enggak, potong, enggak.. hmmm.. enggak usah lah.. ntar aja di jakarta potong poni nya..

Tadi pagi, pas lagi nyatok, kepikiran lagi ama poni.. kok jadinya serba salah, mo potong ke salon, takut kependekan, akhirnya dengan semangat 45, gue ambil gunting, ambil koran.. *kres…kres…kres… jetuusssshhhh* berjatuhan lah poni gue yang bikin dilema selama beberapa hari ini.. begitu selesai motong, sempet nyesel juga, tapi apa boleh buat, gue pengen kayak abege.. xixixixixxixi…

From a Very Long Journey

 

wp1

1_632014304l DSCN2830
beanbali f677568
2007-01-25 027 IMG_0787
centil2 my gokil friends
Trois les belles 4 P1050307
KEJAKSAAN 023 1_219281617l
1_627501701l f851840

Udah pernah dengar Mangrove Forest? Ato ada yang udah pernah ke Mangrove Forest di Bali?

Rabu kemaren, gw sempet kesana dengan beberapa teman baru gw, and ofcourse with my lovely beau, that place is amazing..! tempat ini terletak gak jauh dari jalan raya yang lumayan ramai di Bali di daerah Suwung, sepertinya gak terlalu banyak yang tau tentang tempat ini, Mangrove Forest sepertinya cuma terkenal di kalangan penduduk local, sebagai obyek wisata yang dekat dan murah. Pas gw kesana, turis bule juga gak keliatan sama sekali, cuma penduduk local yang sepertinya ingin refreshing ditemani sanak keluarga dan anjing tercinta… plus, juga sebagai ajang pacaran muda-mudi local.

Anyhow, Mangrove Forest sendiri lumayan besar, kita bisa mengitari area ini diatas jalan kayu yang sengaja dibikin, kalo masalah pemandangan, gw lebih tertarik dengan suasananya yang enak banget, udaranya juga masih enak, diliat dari tempatnya yang nyaris deket banget ama jalan raya, amazingly, loe gak akan mendengar hiruk pikuk kendaraan, yang terdengar cuma desiran angin, ditambah dengan bunyi gerakan dedaunan. Beberapa hewan kecil sejenis kepiting juga terlihat disini (gw lupa namanya apa), pada masing-masing ujung jalan, terdapat sebuah tower buat santai, tapi harus hati-hati, beberapa tower terlihat tidak begitu kokoh, begitu juga ketika kita mengitari area Mangrove Forest, beberapa jalan setapak yang terbuat dari kayu, terlihat bolong-bolong, ditambah pada beberapa area deritan kayu terdengar disana sini, memang sih, kalo jatuh gak akan kenapa-napa, tapi tetep aja, yang namanya jatuh, pasti sakit.. J

Nah, ada beberapa hal yang ngebuat gw sedikit miris disini, pertama-tama adalah vandalism, banyak bgt coretan disana sini yang mengurangi esensi back to nature, lucunya, kebanyakan coretan dibuat dengan tip-ex, tema coretan juga beragam, tapi sebagian besar bertemakan tentang kehidupan percintaan si pencoret, “Lilis Love Joni”, “I love You forever”, dan satu lagi yang bikin gw agak ngakak adalah “Ya Tuhan, jika kamu membaca tulisan ini, jodohkanlah aku sama dia”… really… that was funny…!! Gw jadi ngebayangin, kalo si cowok ngajak ceweknya pacaran di Mangrove Forest ;

Cowok : Sayang, kita ke Mangrove yuk

Cewek : Yuk, yuk… jam berapa?

Cowok : Agak sorean aja, biar agak gelap yah sayang, jangan lupa bawa tip-ex yah

Cewek : Yah, tip-ex aku habis sayang, kmaren kan kamu yang ngabisin, buat bikin surat cinta di Mangrove juga

Cowok : Trus, bagaimana dong, cara kita mengikrarkan cinta kita?

Cewek : hmmm…. Kamu punya spidol?

Cowok : oh iya..!! punya.. kamu pinter banget sayang..! kepikiraaannn aja..!

Ato untuk orang yang lagi nyari jodoh

A : Eh.. mau kemana lo?

B : Mo ke Mangrove, ikut gak?

A : Mo ngapain emangnya..?

B : Mo minta jodoh…

A : Emang bisa..?

B : Bisa tuh, jangan lupa bawa spidol yah..!

A : Buat apaan?

B : Buat nulis wish kita… soalnya Tuhan suka baca2 tulisan disana kalo lagi iseng, kali aja kali ini tulisan kita dibaca…!

A : owh.. sip..sip… tapi spidol gw gak punya, tip-ex aja yah..! lebih ok..! lebih keliatan!

B : beuh..!! ok berat tuh.. yuk, brangkat..!

Dari dulu tuh, gw suka bingung, kenapa sih nih orang-orang suka banget nyorat nyoret tembok..??? kalo gw paling banter nyoret2 meja sekolahan nulis rumus kimia ato fisika, itupun gw hapus lagi.. **kalo ini sih karena takut ketahuan guru.. huihihihi maklum, memori otak agak cetek kalo masalah rumus-rumusan** gw masih belum menemukan alasan paling logis kenapa orang suka mencorat coret fasilitas public, apakah sebagai bukti, kalo mereka pernah ketempat tersebut, well.. gw sering bgt ngeliat coretan “Joko was Here”.. hmmm.. ok.. tapi ada berapa banyak nama Joko di dunia ini..?? ok.. mari kita persempit, ada berapa banyak nama Joko di Indonesia..?? Joko mana yang pernah kesini?? Joko Supratman..?? Joko Tingkir..??? ato yang paling aneh lagi, coretan “I was here” nah.. ini siapa?? Apakah yang bersangkutan pengen terlihat misterius..???? blum lagi kata-kata jorok yang suka dicoretin, yang paling sering gw liat The F word… dengan seribu tanda seru dibelakangnya.

Selain vandalism, one thing that really concern me there, is.. sampah..! ok, some people said, that was because of the low tide, but those things are not supposed to be there, are they? Ini juga yang akhirnya mengurungkan niat gw untuk photo disalah satu spot yang menurut gw ok. Mungkin udah waktunya sekarang di Indonesia, apalagi Bali, sebagai salah satu kota wisata dunia, buat membudi dayakan cara pengolahan sampah, dan mengkategorisasikan sampah yang bisa didaur ulang dan yang gak bisa didaur ulang.

Satu lagi nih, hopefully, ini yang terakhir, kenyamanan gw ketika berkunjung kesana, sangat terganggu, karena toilet nya belum jadi, kebayangkan, gw harus menahan hasrat buat air kecil, dari mulai perjalanan, sampe perjalanan pulang..?? kalo laki-laki, kalo kepepet bgt, mungkin gak masalah, tinggal cari pojokan, gak usah pake jongkok, selesai sudah…! Nah kalo cewek…??? Cari pojokan sih masalah gampang.. jongkoknya itu loh, mengingat banyak kepiting berseliweran..??!!

Overall, mostly we had good times and good views, cuma beberapa hal diatas yang mengganggu acara jalan-jalan gw, personally, I hope, the distric government can put extra attention for this spot.. jangan nunggu banyak bule dateng, baru langsung dibagusin.. :p peace Pak Gubernur..

Mangrove Forest

For more pictures in this spot, you can click here

Older Posts »