Guru TK Tugasnya Apa?

Setelah sekian lama ga menumpahkan uneg-uneg, akhirnya udah ga tahan lagi. Cerita tentang sekolah si Abang, yang bikin emosi, gemes, sakit hati dan mengkel. Sekolah yang katanya bagus ini, memang banjir prestasi, bayangkan untuk anak TK tahun ajaran ini, mungkin ada sekitar 20 piala yang dikumpulkan, sebagian besar hanya dalam satu semester..! keren..?? ntar dulu… kenapa?

  1. Anaknya cuma itu-itu aja
  2. Anak yang dilombakan, sebagian besar sudah “jadi”
  3. Anak-anak diforsir tiap sebentar, kelar lomba ini, langsung lomba itu, kelar tampil yang ini, harus siap siap tampil yang itu
  4. Terlalu banyak ikut lomba, sampe anak2 ga terpegang dalam pelajaran kelasnya, yayaya.. gw tau, TK ga seharusnya belajar, nanti gw jabarin..

Sebenernya tugas guru TK itu apa? kalo cuma jadi bagian administratif/fasilitator masalah perlombaan ini, ya maap maap ya.. orang tua juga bisa, yang dibutuhkan adalah bagaimana si anak bisa disiapkan untuk mengikuti berbagai macam kompetensi, kalo cuma mengasah bakat yang udah jadi.. ya balik lagi.. orang tua juga bisa.

Setiap anak, khususnya anak TK, seperti batu berlian yang belum diasah, yang belum dibentuk sedemikian rupa. Gw termasuk orang tua yang selalu menekankan dispilin dan keteraturan dalam hidup anak gw, dan gw beranggapan kalo kedisiplinan ini harus menjadi salah satu point pengajaran dari seorang guru, terutama guru TK.

Mau ikut bertanding, ya harus disiplin dalam berlatih, kalo misalnya si anak menunjukkan ketidakdisiplinan ya harus dibuat menjadi disiplin, bagaimana caranya? ya situ kan guru, cari tau dong.. jangan sekali disuruh latihan ato disiplin trus anaknya ga mau, langsung diganti ke anak lain, yang dilatih juga hanya anak yang berbakat aja, padahal anak lain mungkin berbakat tapi ga ter-eksplore sama gurunya, karena apa? karena guru udah menutup mata dan secara ga langsung melabeli si anak dengan label “anak itu ga bisa lomba” bukannya melatih si anak bagaimana menjadi BISA, bagaimana menjadi DISIPLIN dan mau BERLATIH.

Yang gw perhatiin, sekali si anak menjadi pemenang dalam suatu lomba, itu terus yang dimajuin lomba, melatih murid yang lain untuk ikut lomba yang sama itu urusan ke seratus mungkin. Yang penting sekolah dapat piala, jadi ini sekolah yang cuma berprestasi ato sekolah yang bisa mendorong SEMUA anaknya berprestasi. Setelah akhirnya kami komplain, yang sepertinya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan, para guru ini berpegangan bahwa tolak ukur seorang murid mengikuti lomba itu adalah BISA, MAMPU dan entah lah apa satu lagi.. lupa gw.. ya kalo dari 60-an anak, yang bisa dan mampu cuma ada 10 orang (kurang mungkin) brarti gurunya dong yang gagal..??? Giliran berpanas2-an, sumpek2-an, anak gw yang disuruh. Gimana gw ga kesel.

Awal-awal, gw masih memaklumi, mungkin anak gw yang belum siap dan belum mampu, gw lumayan getol ngikutin lomba, walopun belum jadi juara, tapi dia siap berkompetensi, ga ada acara nangis2-an walopun nungguin lomba yang biasanya molor sampe 1-2 jam, betah duduk tanpa embel2 dikasih mainan, ga juara pun dia sempet kecewa, tapi he can bounce back, berarti anak gw kan BISA dan MAMPU, hanya tinggal dipoles, dilatih dan diajarin. But again.. sepertinya semua guru-guru sekolahnya ga ada yang peduli, mungkin takut mengambil resiko kalo sekolah ga dapat PIALA..!

Mirisnya, anak-anak yang sering ikut lomba ini kayak jadi sapi perah, seakan tolak ukur pendidikan TK ini hanya seputar berapa banyak piala yang dikumpulkan, bukan seberapa banyak anak yang bisa berprestasi dan memiliki kesiapan mental menghadapi sekolah SD. Begitu selesai lomba A, maka dia langsung diikutkan lomba B, bahkan ada beberapa guru yang tega menolak anak yang ingin ikut lomba, bukannya memberikan support dan pelatihan yang maksimal. Padahal mungkin si anak yang selalu ikut lomba ini udah kecapean, udah bete, tapi ya namanya anak2 usia dini kayak gitu, mana bisa protes atau menyampaikan uneg2nya, lagi-lagi disini, saya bilang, kok ya guru TK bisa tega kayak gitu..???

Anak-anak TK memang sejatinya tidak boleh dikenalkan dengan calistung (baca, tulis, hitung) tapi setidaknya mereka memahami konsepnya. Bermain sambil belajar itu ga dilarang, ketika si Abang sudah setengah jalan menjalani TK B, gw sempet kaget, konsep berhitung dia ga ngerti, liat huruf pun masih salah-salah, jangankan itu, pegang pensil pun masih ga bener, ketika saya tanya, di sekolah ngapain aja, katanya main kejar2-an, malah pernah sampe jatuh dan beset mukanya, gurunya memang ngasih laporan sih, katanya “udah dibilangin, tapi ga mau denger” lah terus kalo ga mau denger dibiarin aja??? ini muridnya ketika itu cuma 10 orang loh.. Akhirnya si Abang gw les-in calistung, les piano, les ngaji.. and guess what…? dalam hitungan minggu, dia udah bisa baca, berhitung tambah2-an, mengaji, hafal ayat2 pendek, dan membaca not balok.. ini dalam hitungan minggu ya.. bukan bulan.

Jadi artinya apa?? anak gw yang ga bisa diatur ato gurunya yang males?

Sakit rasanya hati ini, karena pernah berprasangka yang engga-engga ke anak, ketika gw menyangka bahwa anak gw ga mampu berkompetensi, bahkan mikir, belum mampu melanjutkan sekolah ke SD. Ketika acara perpisahan sekolah, inget banget kata-kata dari salah seorang gurunya, ketika pengumuman 10 besar (yes, ini masih TK dan ada peringkat 10 besar) salah satu kata-katanya adalah “Anak yang berprestasi akademik dan non akademik” gw sampe pengen teriak.. Prestasi Akademik itu ga asal-asal-an, ada tolak ukurnya, ada ujiannya, bukan seenak perutnya dengan subjektif menilai anak itu berprestasi akademik, tanpa alasan dan tolak ukur yang jelas.. segitunya kah, sampe anak gw ga punya tempat di mata sekolah..??? Kalian yang lalai sebagai guru.. Kalian cuma menjadi guru yang berhasil dimata sebagian kecil anak..

Tau ga yang paling menyakitkan bagi kami-kami ini yang ga dilirik oleh para guru itu? ketika kami mempertanyakan kemampuan anak kami sendiri, gara-gara melihat cara kalian memperlakukan mereka.

So..! No More? masih ada si Adik yang sayangnya tetap bersekolah disana, I would fight for him as hard as I can..! Jadi inget satu hal, ketika mencari sekolah, jangan liat berapa banyak piala yang dikumpulkan sekolah, liatlah berapa banyak siswa yang ikut menyumbang piala-piala tersebut.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Visa Schengen..!

E-KTP dan Passport kelar, saatnya mengurus Visa Schengen, visa ini bisa diurus di salah satu kedutaan nega yang paling lama kita kunjungi. Tapi jangan takut, itinerary bisa terus berubah, yang penting dapat visanya, itinerary kami baru fix sekitar 3 hari sebelum berangkat.

Untuk liburan kemarin, kita mengurus visa schengen melalui negara Belanda, kalo dulu pengurusan visa langsung ditangani oleh kedutaan, sekarang Belanda (dan beberapa negara lain) menunjuk VFS Global untuk menangani pengajuan visa, namun visa approval tetap wewenang dari kedutaan negara terkait, jadi VFS ini cuma menangani masalah administrasi visa nya. Lokasi VSF ini ada di Kuningan City Mall, Jakarta. Untuk baca-baca, bisa klik disini ya.

Sekarang masuk ke proses pembuatan visa ya.. kita bahas dokumennya satu per-satu;

  1. Dokumen registrasi pendaftaran dari website VFS, untuk mendapatkan dokumen ini, kita harus registrasi dulu, kemudian memilih jam appointment nya, nanti akan ada email dengan barcode yang harus di print. 
  2. Passport
  3. formulir visa ; Gampang… tinggal di download dari website nya VFS, ngisinya juga gampang, walopun format download-annya PDF, tapi ngisinya bisa diketik dari komputer. 
  4. Bookingan tiket ; TIDAK HARUS DI ISSUED dulu, berhubung saya dan suami ga mau gambling, takut visa nya ga di approve, jadi kita ga issued tiket dulu, kebetulan kami punya kenalan yang punya travel agent, jadi bisa minta tolong untuk di-booking-kan tiket dan di hold selama 3 hari. Biasanya travel agent tau kok, mungkin ada biaya admin nya, daripada rugi puluhan juta, mending bayar aja biaya admin nya. Selain itu kalo booking lewat website Qatar Airways, option untuk booking tiket dan di hold sebelum issued juga ada, ada biaya adminnya juga ya.. ya masa mo gratis terus…hihihi.. Kalo untuk tiket promo mungkin ga bisa ya, soalnya kan rebutan tuh, jadi yang pake tiket promo, banyak-banyak berdoa aja biar visa-nya di approved.
  5. Itinerary ; Seperti yang saya bilang di atas, visa dikeluarkan dari negara yang paling lama kita kunjungi, tadinya saya kira visa dikeluarkan dari negara yang kita datangi pertama kali, bisa aja sih, tapi menurut mba-mba VFS nya, kemungkinan visa keluar 50-50. Untuk tiket kereta / pesawat yang nantinya akan kita gunakan selama menjelajah Eropa dapat dibeli setelah visa keluar, ga perlu dibeli sebelum mengurus visa. Jadi kalo stelah visa keluar itinerary masih mau dirubah, silahkan aja.
  6. Bukti booking hotel ; Jangan lupa disesuaikan dengan itinerary yang diserahkan ya, booking hotel bisa dicari di booking.com dengan pilihan Free Cancellation dan Pay at the Property / Pay Later, jadi begitu visa keluar dan itinerary mau dirubah, tinggal cancel aja. Kenapa Booking.com? karena cuma disini kita bener-bener bisa booking tanpa di charge dulu, kadang-kadang mereka memang menarik uang dari credit card yang digunakan, tapi biasanya dibalikin lagi, mereka cuma mau memeriksa apakah credit card nya memang bisa dipake ato engga. Untuk harga yang lebih murah memang suka ada di Traveloka, tapi kalo cancel, traveloka menggunakan sistem refund, jadi butuh waktu agar uang kembali ke kita. Jadi kalo memang itinerary tidak akan berubah, silahkan gunakan traveloka untuk harga yang lebih murah. 
  7. Travel Insurance ; Saya agak males sih ngulik travel insurance ini, kemarin yang saya gunakan ACA, alasannya, karena mas-mas nya ngerti travel insurance apa yang digunakan untuk apply visa schengen Belanda. Saya rasa semua insurance company pasti ngerti sih. 
  8. Surat Keterangan Sekolah (bagi yang bawa anak) ; Bisa diminta di sekolah, beberapa sekolah udah tau formatnya, kalo butuh, boleh email saya di amita.bahar@gmail.com nanti saya email formatnya.
  9. Surat Keterangan Bekerja ; Bisa diminta di kantor masing-masing tempat kita bekerja.
  10. Bank Reference ; Saya ga pake, yang saya pake print out buku tabungan selama 3 bulan terakhir. Banyak yang bilang harus ada uang dalam jumlah tertentu (banyak yang bilang 50-60 juta) yang mengendap, sebenernya engga juga sih, yang penting ada tabungan (walopun ga sebesar itu) dan jelas,  ada uang keluar masuk dalam jumlah yang wajar.
  11. KTP dan terjemahannya ; Terjemahannya ga perlu pake sworn translator, formatnya udah banyak ada di mbah Google
  12. Akte Kelahiran dan terjemahannya ; untuk akte kelahiran jaman dulu harus di terjemahkan, format terjemahannya juga udah banyak ada di mbah Google. Kalo akte kelahiran yang baru, ga perlu terjemahannya, karena di akte nya udah ada bahasa inggrisnya.
  13. Kartu Keluarga dan terjemahannya ; formatnya bisa dicari di mbah Google juga.
  14. Buku Nikah ; kalo bawa anak.

Semua dokumen dibuat 1 rangkap untuk masing-masing applicant. Contohnya, saya berangkat sekeluarga (2 anak), tiap anak dibuatkan 1 rangkap dokumen diatas, untuk Bank Reference menggunakan punya papa nya, karena memang disponsori oleh papahnya (ya iyalah, masa papah anak lain). Sebenernya ga perlu bawa dokumen asli sih, tapi akte kelahiran anak yang asli harus dibawa sebagai bukti kita ga bawa anak orang.. hihihi…

Kalo semua dokumen udah lengkap, langsung dateng ke Kuningan City Mall, lokasinya di lantai 2. Kita baru boleh masuk 15 menit sebelum jam appointment, kalo telat ya ga bisa masuk. Di lobby VFS ada counter yang bisa bantuin kita kalo ada dokumen yang belum dibikin ato bookingan yang belum di print, ada biayanya yaa… 

Visa bisa dikirimkan langsung ke alamat rumah ya, nanti bilang ke mba VFS nya, dibebankan 50.000 (kalo belum berubah) per passport. Untuk biaya visa adalah sebesar 60 Euro/orang, anak dibawah 6 tahun free ya.. dan untuk anak umur 6 – 11 tahun sebesar 35 Euro/anak. Selain ini ada biaya administrasi sebesar 25 Euro/org termasuk anak-anak. 

Proses pembuatan visa saya kurang lebih 5 hari kerja, udah nyampe di rumah. 

Sebenernya semua prosesnya gampang dan gak ribet, cuma butuh sibuk sebentar aja. 

Selamat liburan..!!

Posted in #ektp #paspor #menguruspaspor #mengurusektp #buktirekamdata #ektpdisdukcapil, Jalan-Jalan | Tagged | Leave a comment

Hebohnya Mengurus Paspor

Ga heboh-heboh banget sih, tapi cukup menyita waktu, tenaga dan bensin.. 😂

Per Januari 2018 ini mengurus paspor udah ga bisa langsung walk-in (setidaknya di daerah tempat saya tinggal yaitu di Pekanbaru) kita harus mendaftar online dulu, bisa lewat web ato lewat aplikasi, aplikasinya ketika itu hanya bisa di download di android, ga tau deh sekarang.. kemudian kita harus memilih hari, waktu (jamnya) dan dapat nomor antrian, print dan kita tinggal datang gampang kan..? Well it supposed to be easy.. kenyataannya.. hummm..

Sebelum bisa mendapatkan nomor antrian, kita harus mendaftar dulu di sini  tapi sayangnya kuota untuk pembuatan passport per hari nya ternyata dibatasin, jumlah kuota nya tergantung dari kebijakan masing-masing Kanim (Kantor Imigrasi). Ketika saya mendaftarkan appointment untuk pembuatan passport di Kanim Pekanbaru, saya tidak pernah mendapatkan slot, ketika kita tidak mendapatkan slot di Kanim yang dituju, kita bisa mendaftarkan appointment di Kanim lainnya, dimanapun yang kita mau. Pembuatan passport dapat dilakukan dimana saja. Karena susah slot itu, sayapun mendaftar di Kanim Siak yang artinya saya harus menyetir kurang lebih 3 jam dari Pekanbaru (bukan saya sih.. saya cuma mendampingi supir aja hehehe..)

Proses pembuatan passport ini cukup sebentar, lebih lama nyetirnya ke lokasi Kanim nya. Sudah kebayang saya harus balik lagi ke Kanim tersebut untuk mengambil passport yang udah jadi. Tapi ternyata…!! TIDAK PERLU SODARA SEBANGSA SE-TANAH AIR..! sekarang Kantor Imigrasi sudah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Passport bisa langsung diantarkan ke rumah kita, hanya dengan membayar sekitar 25 ribu / passport (kalo ga salah ya).

Hanya butuh 5 hari kerja aja sampai passport jadi dan sampe ke rumah. Easy peasy..! EKTP jadi.. Passport jadi… next apa..?? bikin visa yuk…

Posted in Jalan-Jalan, Uncategorized | Leave a comment

Drama E-KTP

Drama E-KTP ini salah satu bagian dari Mega Drama sebelum Mega Holidei..

Berawal dari ajakan Pak Bos, entah karena iseng doang ato emang niat. Pak Bos ini mendadak ngajak jalan2 ke Yurop, dan saya pun dititah untuk ngurus printilannya, dari dokumen perjalanan, sampe itinerary.. Ga apa-apa sih berhubung saya pun seneng ngerjainnya, dimulailah rentetan drama yg antara bikin emosi, gemes ama bikin ketawa juga.

Dokumen pertama yang harus diurus adalah paspor, krn paspor yg dulu udah expired lama bgt, maka kita harus bikin baru lagi. Setelah tanya sana sini dan nyari informasi kemana-mana, baru saya tau kalo proses pembuatan paspor sekarang harus pake EKTP, “Ah gampang, saya udah punya kok” eits.. tunggu dulu, ternyata walopun kita udah punya NIK jangan mimpi kalo kita sudah terdaftar menjadi pemilik EKTP, karena untuk membuat paspor yang dipelukan adalah KARTU EKTP yang sebenernya ATAU Bukti Rekam data EKTP.. Karena saya udah terlanjur menganggap enteng, dan pede kalo masalah saya hanya belum punya kartu EKTP, maka mulailah saya mengurus surat keterangan Bukti Rekam Data di tempat KTP saya terdaftar. Karena saya tinggal di Pekanbaru dan alamat KTP saya ada di Jakarta Timur, maka bukti rekam data hanya bisa dikeluarkan di tempat KTP terdaftar. Setelah meminta tolong sama Mama Mertua saya, ternyata saya belum pernah melakukan rekam data EKTP.. Makjleb..! Trus gimana dong? Ya harus rekam data dulu, baru keluar surat keterangan rekam datanya.. dimana?? Menurut teorinya katanya bisa di disdukcapil tingkat provinsi tempat kita tinggal.. tapi kenyataannya ga bisa.. Entahlah kalo sebenernya bisa, hanya Allah dan pegawai Disdukcapil yang tau..

Karena sudah putus asa bolak balik disdukcapil di pekanbaru, akhirnya saya berangkat ke Jakarta untuk melakukan rekam data dan meminta surat keterangan kalo EKTP sedang dalam pengurusan. Komen dari petugas kecamatan yang mengurus rekam data? “Lha bu, kok jauh2 kesini buat rekam data doang? Kan bisa di disdukcapil sana” — Au ah Pak..! Situ aja yang ngomong..

Setelah perekaman data, maka sayapun mendapat Surat Keterangan kalo EKTP sedang dalam pengurusan (surat ini harus diminta yaaa, kalo ga diminta, ga akan dikasih, dan kita diminta untuk tetap menggunakan KTP yang lama sebagai kartu identitas selama belum dapat EKTP) . Walopun blanko EKTP tersedia, kita tetap harus menunggu maksimal 14 hari sampai EKTP diterbitkan karena harus dimasukkan ke data penduduk di pusat. Tapi untuk mengurus paspor Surat keterangan kalo KTP dalam kepengurusan aja udah cukup..

Yes..! Dan akhirnya drama EKTP pun kelar dan sayapun siap untuk bikin paspor. Urusan kelar..? Eits belum.. masih ada drama bikin paspor.. 😂😂 next post yaak..!

Posted in Jalan-Jalan | Tagged | Leave a comment

Cupcake yang Moist dan Super Duper Yummy..!

Mini Cupcakes With Yoghurt and Buttermilk

Sepertinya udah beribu-ribu tahun ini blog ga di update. Sebenernya hasrat menulis udah lama banget pengen direalisasikan, tapi selalu kepentok ama hasrat pengen masak, pengen baking, pengen merajut, pengen menjahit ato pengen lainnya (well.. sebenernya sih cuma karena males doang kayaknya)

Setelah menjadi full-time mommy and wife, sepertinya waktu untuk berkreatif-ria menjadi sangat terbatas. Sehari-hari semua waktu dan tenaga banyak terfokus ke Aga dan kegiatan rumah tangga lainnya. Walopun ada si Mba yang bantuin sehari-hari, tapi tetap merasa waktu buat berkreasi udah berkurang banyak. Waktu ngantor kan masih bisa curi-curi waktu ketika lagi boring abis ama kerjaan, ato waktu jam makan siang.

Anyhoo.. setelah mencoba beberapa resep cupcake / muffin yang beredar di dunia maya, akhirnya saya menemukan satu resep cupcake yang luar biasa enaknya, secara tekstur si cupcake ini lembut dan moist bgt, sesuai dengan yang saya mau. Untuk rasa, ga usah ditanya, enaknya tak terkira, si Suami senang dan Aga bahagia, sekali makan cupcake ini bisa langsung tiga.

Resep didapat dari blog nya “Dapur Mama Aisyah” bisa di intip-intip disini. Tapi dari resep tersebut, ada beberapa bahan yang tidak saya gunakan. Maklum, isi kulkas belum selengkap kulkas nya para baker yang handal itu. Suka sih explore di toko-toko kue tapi seperti biasa, suka ga ngerti juga fungsi dan kegunaannya, “Curcol beginner baker”.

Berikut resep nya ya;

Bahan :

1 telur ukuran besar
1 cup (200 gr) gula pasir
2/3 cup (160 ml) buttermilk *) –> Saya bikin sendiri
1/2 cup (120 ml) minyak canola atau minyak sayur –> saya pakai Minyak Tropical biasa
1/4 cup (60 ml) perasan lemon –> Saya pakai air jeruk nipis 20 ml
2 sdm parutan kulit lemon (ato lebih kalo suka) –> Saya tidak pakai
2 sdm munjung sour cream **) bisa juga pake Yoghurt plain –> Saya bikin sendiri
1 sdt ekstrak vanilla
1 3/4 cups + 2 sdm (260 gr dikurangi 2sdm) tepung terigu serbaguna
3/4 sdt baking soda
1/4 sdt garam

Cara Membuat :

1. Panaskan oven ke suhu 350 F (180 C). Alasi loyang muffin dengan 12 paper liner.
2. Campur 8 bahan pertama hingga rata.
3. Tambahkan tepung, baking soda dan garam. Kocok hingga asal rata. Jangan overmix
4. Tuangkan adonan ke paper cup hingga 3/4 full. Saya pakai loyang mini cupcake, biar sekali hap langsung ilang.
5. Oven ampai matang. Dinginkan 10 mnit di loyangnya sebelum dipindahkan.

Saya ga pernah bisa memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk memanggang kue, karena tiap oven berbeda. Oven listrik pasti beda sama oven tangkring. Jadi cara yang paling gampang, jika kue sudah terlihat kuning keemasan, mengembang, kokoh dan padat, ambil tusuk gigi, tusukkan ke bagian tengah kue, kemudian cabut, jika tusuk gigi terlihat bersih dan tidak ada adonan yang menempel, maka kue artinya udah matang.

Membuat Buttermilk :

1 cup (240ml) buttermilk = 1 cup susu + 1 sdm air perasan lemon, diamkan 15 menit untuk mengental, siap dipakai

Membuat Sour Cream :

1 cup (240ml) sour cream = 1 cup heavy cream + 1 sdm air lemon, biarkan di suhu ruang selama 1 jam, aduk hingga mengental. Siap dipakai. Diamkan di kulkas setelahnya untuk hasil yang lebih creamy

Untuk buttercream hiasan, bisa pake whipped cream biasa. Kalo saya bikin sendiri.

Resep Buttercream :

250 gr mentega tawar atau mentega putih

250 gr margarine

sekitar 120 ml susu kental manis, atau sesuaikan dengan selera.

 

Cara membuat :

1. Mixer mentega tawar / mentega putih sampai fluffy
2. Masukkan margarin, mixer lagi sampai terlihat fluffy dan mengembang
3. Masukkan susu kental manis sambil terus di mixer.
4. Matikan mixer ketika cream sudah mengembang.

Gampang kan.. silahkan berkreasi.. hoopla..!!!

 

Posted in what's Cookin' | Tagged , , , | 2 Comments

Words..!

20130512-091817.jpg

Posted in Uncategorized | Leave a comment

For those who s…

For those who said “craving” is just an excuse.. We bring at least 3 or 4 kg in our belly for 24/7, nonstop, for at least 4 more months.. We can’t sleep, have short-breath and should have extra control on our bladder.. so give us a break..

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Kasus Anak Pejabat

Here’s a thought.. bukan bermaksud untuk memihak kepada anak pejabat, tapi gue rasa masyarakat di Indonesia ini udah mulai harus berfikir tentang keselamatan berkendara. Bayangin aja, satu motor bisa dipake maksimal ber-lima dan minimal ber-tiga, kopaja ato metromini yang kapasitas maksimalnya 35 orang, pada kenyataannya bisa diisi dua kali lipat.

Begitu juga yang terjadi dengan kecelakaan antara Daihatsu Luxio sama BMW 5 kemarin. Yang punya omprengan pengen dapat duit banyak, bangku dimodifikasi, yang penumpang pengen naik omprengan karena ongkosnya akan lebih murah, kalo pengemudi Daihatsu Luxioo gak ngaku bahwa mobilnya udah dimodifikasi, gue gak sepenuhnya percaya, pasti dimodifikasi, kalo enggak dimodifikasi, pasti jumlah penumpang sedikit (walopun tingkat keselamatan terjamin) jumlah penumpang yang sedikit tersebut gak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan, seandainya untung pun pasti sedikit.

Gue inget waktu kuliah dulu suka ngeliat omprengan di perempatan Ciledug, kijang pick-up yang di-atapi dengan terpal, bangku panjang dipasang di kiri kanan, tentu saja udah dimodifikasi sedemikian rupa. Dilihat dari tingkat keamanannya, udah pasti gak aman, tapi toh orang-orang tetap nekat.

Balik lagi ke kasus si anak pejabat tadi. Ketika semua orang menghujat, kasus si anak pejabat dirasakan sangat diistimewakan, dengan tidak adanya penahanan. Kalo kata gue sih wajar-wajar saja. Malah sebenernya menurut gue, penyebab kecelakaan itu mengambil korban jiwa adalah karena si pemilik omprengan tadi, yang melakukan modifikasi interior nya. Kalo si pemilik omprengan itu mengutamakan keselamatan penumpangnya, dan tidak memodifikasi interior hanya untuk mendapatkan duit lebih, kemungkinan kecelakaan tersebut gak merenggut korban jiwa. Kesimpulan gue, si anak pejabat itu cuma apes, berada di tempat dan waktu yang salah, dan berurusan dengan orang yang salah pula.

Jadi, jangan menghakimi terlalu ekstrim, coba letakkan posisi kita di posisi si anak pejabat itu, pasti kita gak mau dihakimi seperti itu, karena dalam kondisi yang ideal, tabrakan seperti kejadian tersebut, kemungkinan besar gak akan merenggut korban jiwa. Seandainya pun memang si anak pejabat itu terasa diistimewakan, menurut gue ya wajar-wajar aja, toh Ayah-nya pejabat, semua orang tua pasti akan berusaha melindungi anaknya sampe semampu-mampunya. Dengan mendampingi anaknya menjalani sidang pengadilan, dan menyerahkan anaknya ke pihak yang berwajib, sikap tersebut patut di apresiasi.

Again.. that’s what I thought..

Posted in Thoughts, Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Perempuan Lebay

Seriously girls.. if you’re afraid of the sun, the tan and the beach.. don’t go to Bali.. or, if you wear your hottest bikini but still laying down under super big umbrella, then.. you shouldn’t go to Bali.

3 years living in Bali, I saw many perempuan lebay scream and shout each time the wave hit their feet. Or, use legging or jeans or long sleeve to the beach.. BUT.. use hot pants and bikini bra inside the mall..  seriously..??! what were you thinking..??

Posted in Gak Penting, Thoughts | Leave a comment

Shut Up and Be Cool

One big family has the same point of view about “Debt”, which is “Find people whom you think have a lot of money, borrow some and never pay.. act like you completely forget and be cool..!”

Shut-Up-And-Smile

Posted in Feeling, Thoughts, Uncategorized | Leave a comment