Cupcake yang Moist dan Super Duper Yummy..!

Mini Cupcakes With Yoghurt and Buttermilk

Sepertinya udah beribu-ribu tahun ini blog ga di update. Sebenernya hasrat menulis udah lama banget pengen direalisasikan, tapi selalu kepentok ama hasrat pengen masak, pengen baking, pengen merajut, pengen menjahit ato pengen lainnya (well.. sebenernya sih cuma karena males doang kayaknya)

Setelah menjadi full-time mommy and wife, sepertinya waktu untuk berkreatif-ria menjadi sangat terbatas. Sehari-hari semua waktu dan tenaga banyak terfokus ke Aga dan kegiatan rumah tangga lainnya. Walopun ada si Mba yang bantuin sehari-hari, tapi tetap merasa waktu buat berkreasi udah berkurang banyak. Waktu ngantor kan masih bisa curi-curi waktu ketika lagi boring abis ama kerjaan, ato waktu jam makan siang.

Anyhoo.. setelah mencoba beberapa resep cupcake / muffin yang beredar di dunia maya, akhirnya saya menemukan satu resep cupcake yang luar biasa enaknya, secara tekstur si cupcake ini lembut dan moist bgt, sesuai dengan yang saya mau. Untuk rasa, ga usah ditanya, enaknya tak terkira, si Suami senang dan Aga bahagia, sekali makan cupcake ini bisa langsung tiga.

Resep didapat dari blog nya “Dapur Mama Aisyah” bisa di intip-intip disini. Tapi dari resep tersebut, ada beberapa bahan yang tidak saya gunakan. Maklum, isi kulkas belum selengkap kulkas nya para baker yang handal itu. Suka sih explore di toko-toko kue tapi seperti biasa, suka ga ngerti juga fungsi dan kegunaannya, “Curcol beginner baker”.

Berikut resep nya ya;

Bahan :

1 telur ukuran besar
1 cup (200 gr) gula pasir
2/3 cup (160 ml) buttermilk *) –> Saya bikin sendiri
1/2 cup (120 ml) minyak canola atau minyak sayur –> saya pakai Minyak Tropical biasa
1/4 cup (60 ml) perasan lemon –> Saya pakai air jeruk nipis 20 ml
2 sdm parutan kulit lemon (ato lebih kalo suka) –> Saya tidak pakai
2 sdm munjung sour cream **) bisa juga pake Yoghurt plain –> Saya bikin sendiri
1 sdt ekstrak vanilla
1 3/4 cups + 2 sdm (260 gr dikurangi 2sdm) tepung terigu serbaguna
3/4 sdt baking soda
1/4 sdt garam

Cara Membuat :

1. Panaskan oven ke suhu 350 F (180 C). Alasi loyang muffin dengan 12 paper liner.
2. Campur 8 bahan pertama hingga rata.
3. Tambahkan tepung, baking soda dan garam. Kocok hingga asal rata. Jangan overmix
4. Tuangkan adonan ke paper cup hingga 3/4 full. Saya pakai loyang mini cupcake, biar sekali hap langsung ilang.
5. Oven ampai matang. Dinginkan 10 mnit di loyangnya sebelum dipindahkan.

Saya ga pernah bisa memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk memanggang kue, karena tiap oven berbeda. Oven listrik pasti beda sama oven tangkring. Jadi cara yang paling gampang, jika kue sudah terlihat kuning keemasan, mengembang, kokoh dan padat, ambil tusuk gigi, tusukkan ke bagian tengah kue, kemudian cabut, jika tusuk gigi terlihat bersih dan tidak ada adonan yang menempel, maka kue artinya udah matang.

Membuat Buttermilk :

1 cup (240ml) buttermilk = 1 cup susu + 1 sdm air perasan lemon, diamkan 15 menit untuk mengental, siap dipakai

Membuat Sour Cream :

1 cup (240ml) sour cream = 1 cup heavy cream + 1 sdm air lemon, biarkan di suhu ruang selama 1 jam, aduk hingga mengental. Siap dipakai. Diamkan di kulkas setelahnya untuk hasil yang lebih creamy

Untuk buttercream hiasan, bisa pake whipped cream biasa. Kalo saya bikin sendiri.

Resep Buttercream :

250 gr mentega tawar atau mentega putih

250 gr margarine

sekitar 120 ml susu kental manis, atau sesuaikan dengan selera.

 

Cara membuat :

1. Mixer mentega tawar / mentega putih sampai fluffy
2. Masukkan margarin, mixer lagi sampai terlihat fluffy dan mengembang
3. Masukkan susu kental manis sambil terus di mixer.
4. Matikan mixer ketika cream sudah mengembang.

Gampang kan.. silahkan berkreasi.. hoopla..!!!

 

Posted in what's Cookin' | Tagged , , , | 2 Comments

Words..!

20130512-091817.jpg

Image | Posted on by | Leave a comment

For those who s…

For those who said “craving” is just an excuse.. We bring at least 3 or 4 kg in our belly for 24/7, nonstop, for at least 4 more months.. We can’t sleep, have short-breath and should have extra control on our bladder.. so give us a break..

Quote | Posted on by | Tagged | Leave a comment

Kasus Anak Pejabat

Here’s a thought.. bukan bermaksud untuk memihak kepada anak pejabat, tapi gue rasa masyarakat di Indonesia ini udah mulai harus berfikir tentang keselamatan berkendara. Bayangin aja, satu motor bisa dipake maksimal ber-lima dan minimal ber-tiga, kopaja ato metromini yang kapasitas maksimalnya 35 orang, pada kenyataannya bisa diisi dua kali lipat.

Begitu juga yang terjadi dengan kecelakaan antara Daihatsu Luxio sama BMW 5 kemarin. Yang punya omprengan pengen dapat duit banyak, bangku dimodifikasi, yang penumpang pengen naik omprengan karena ongkosnya akan lebih murah, kalo pengemudi Daihatsu Luxioo gak ngaku bahwa mobilnya udah dimodifikasi, gue gak sepenuhnya percaya, pasti dimodifikasi, kalo enggak dimodifikasi, pasti jumlah penumpang sedikit (walopun tingkat keselamatan terjamin) jumlah penumpang yang sedikit tersebut gak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan, seandainya untung pun pasti sedikit.

Gue inget waktu kuliah dulu suka ngeliat omprengan di perempatan Ciledug, kijang pick-up yang di-atapi dengan terpal, bangku panjang dipasang di kiri kanan, tentu saja udah dimodifikasi sedemikian rupa. Dilihat dari tingkat keamanannya, udah pasti gak aman, tapi toh orang-orang tetap nekat.

Balik lagi ke kasus si anak pejabat tadi. Ketika semua orang menghujat, kasus si anak pejabat dirasakan sangat diistimewakan, dengan tidak adanya penahanan. Kalo kata gue sih wajar-wajar saja. Malah sebenernya menurut gue, penyebab kecelakaan itu mengambil korban jiwa adalah karena si pemilik omprengan tadi, yang melakukan modifikasi interior nya. Kalo si pemilik omprengan itu mengutamakan keselamatan penumpangnya, dan tidak memodifikasi interior hanya untuk mendapatkan duit lebih, kemungkinan kecelakaan tersebut gak merenggut korban jiwa. Kesimpulan gue, si anak pejabat itu cuma apes, berada di tempat dan waktu yang salah, dan berurusan dengan orang yang salah pula.

Jadi, jangan menghakimi terlalu ekstrim, coba letakkan posisi kita di posisi si anak pejabat itu, pasti kita gak mau dihakimi seperti itu, karena dalam kondisi yang ideal, tabrakan seperti kejadian tersebut, kemungkinan besar gak akan merenggut korban jiwa. Seandainya pun memang si anak pejabat itu terasa diistimewakan, menurut gue ya wajar-wajar aja, toh Ayah-nya pejabat, semua orang tua pasti akan berusaha melindungi anaknya sampe semampu-mampunya. Dengan mendampingi anaknya menjalani sidang pengadilan, dan menyerahkan anaknya ke pihak yang berwajib, sikap tersebut patut di apresiasi.

Again.. that’s what I thought..

Posted in Thoughts, Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Perempuan Lebay

Seriously girls.. if you’re afraid of the sun, the tan and the beach.. don’t go to Bali.. or, if you wear your hottest bikini but still laying down under super big umbrella, then.. you shouldn’t go to Bali.

3 years living in Bali, I saw many perempuan lebay scream and shout each time the wave hit their feet. Or, use legging or jeans or long sleeve to the beach.. BUT.. use hot pants and bikini bra inside the mall..  seriously..??! what were you thinking..??

Posted in Gak Penting, Thoughts | Leave a comment

Shut Up and Be Cool

One big family has the same point of view about “Debt”, which is “Find people whom you think have a lot of money, borrow some and never pay.. act like you completely forget and be cool..!”

Shut-Up-And-Smile

Posted in Feeling, Thoughts, Uncategorized | Leave a comment

Happy “Almost” Anniversary…!

Dear you…

The truth is, since I first saw you, you already caught my eyes, because I see that you’re in somekind of way is different, but I know that I can do nothing. For the second time, I met you, I strangely like you.

I don’t remember when it starts, but I started missing you all the time, even if we already spent almost 24 hours together. Sometimes I wish that I had never met you, so I could go to sleep at night not knowing there was someone like you out there.

Poets often describe love as an emotion that we can’t control, one that overwhelms logic and common sense. That’s what it’s like for me. I didn’t plan on falling in love with you, and I doubt that you planned on falling in love with me. But once we met, it was clear that neither of us could control what was happening to us. We fell in love, despite our differences, and once we did, something rare and beautiful was created. For me love like that has happened only once, and that’s why every minute we spent together has been seared in my memory. I’ll never forget a single moment of it.

It’s been one year when I decide that there is no other man could make me head over heel, and it is only you, who can make me love the way I am. Sometime I feel like I can’t love you enough.

In one year we both embracing the happiest time and struggling through saddest time, having that makes me realize that we can go through everything.

I am proud to be your wife and a mother of our daughter.

I love your differences, and I admire your spirits as simple as I adore and love you.

Posted in Feeling | Leave a comment