Based on True Fact…

Suatu malam pas gw dan 2 sobat gw hang out … terlintas suatu pertanyaan dari sobat gw yg bikin gw ketawa… “If I’ve got pregnant without husband.. would you still be my friend..?” sumpah… pertanyaan yg gak banget..! apa alasan gw sampe gak mau berteman dengan dia..?? hamil di luar nikah..?? dia salah karena hamil di luar nikah..?? well… apakah dia bisa dibilang salah..?? ok… secara agama dia salah… tapi secara manusiawi..?? dia normal kok… secara moral..?? moral apa dulu..?? apakah dengan tetap berteman sama dia gw sama salah nya dengan dia..?? apa gw salah karena tetap mendukung dia..??

First of all…. yups.. gw bisa bilang dia salah… tapi salah karena lepas kontrol, salah karena dia gak memikirkan konsekuensi yang terburuk karena melakukan hubungan intim tanpa proteksi sama sekali.. walopun dia melakukannya dengan pacarnya.. gak bisa dipungkiri.. di jaman sekarang ini, banyak terjadi hal-hal yang demikian.. having sex before marriage udah hal yg biasa, tapi tragisnya… cewek yg hamil karena having sex before marriage itu lebih banyak anak ABG dibawah usia 22 tahun.. kenapa..??? nah.. ini yg gw bilang.. “funny culture”… KARENA GAK ADA SEX EDUCATION… kenapa gak ada sex education..?? KARENA BUAT CULTURE KITA, SEX ITU ADALAH HAL YG TABU BUAT DIBICARAKAN… apa akibatnya..??

  • Anak2 ABG yang masih gak tau apa2 itu, mencoba mencari tau letak kenikmatan yang tercipta akibat berhubungan sex.. ternyata enak… dan kebablasan… melakukan hubungan tanpa proteksi apapun dan akhirnya si cewek hamil dan pihak sekolah dengan kejamnya men-terminate pendidikan si cewek tadi… pihak keluarga cewek mengejar-ngejar si cowok untuk meminta pertanggung jawaban.. akibat yg terjadi adalah :
      • Si ABG cowok dan cewek menyadari sepenuhnya kesalahan mereka dan mencoba memulai hidup baru dan menerima segala konsekuensi hasil perbuatannya..
      • Si ABG cowok dengan terpaksa menikahi si ABG cewek.. si cewek putus sekolah, kemudian 9 bulan kemudian cerai, si cowok pergi, si cewek menjadi single parent dengan tingkat pendidikan yang gak tamat sekolah
      • Si ABG cowok kabur karena ketakutan dan gak siap menjalani kehidupan rumah tangga.
      • Si ABG cewek ketakutan dengan kehamilannya.. kemudian aborsi yang tragisnya kadang didukung oleh pihak keluarga cewek dengan alasan mempermalukan keluarga.. aborsi ini akan berakibat fatal sampe dengan kematian bagi si ibu dan si bayi tentunya
      • Si ABG cewek ketakutan dengan kehamilannya, takut aborsi… akhirnya melakukan banyak hal tradisional yang konon katanya bisa menggugurkan kadungan, minum berbagai macam obat.. ternyata gak keguguran jg, trus si bayi lahir dengan cacat..
      • Si ABG cewek ketakutan trus bunuh diri, jadi kuntilanak deh… huehehehehe…
  • Gak ada sex education membuat para pelakunya melakukan hal yang harusnya dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan perhitungan menjadi hal yang bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja  tanpa perhitungan dan tanggung jawab…. akhirnya… bukan hanya kehamilan di usia muda… berbagai penyakit kelamin, bahkan AIDS pun merajalela..

Lucunya… :

  1. Masyarakat mengharamkan sex sebelum nikah hanya dengan mengandalkan nilai2 kuno yg harus diketahui para generasi muda.. tanpa memberikan pengertian, kenapa hal itu dilarang.. sementara generasi sekarang lebih kritis dan nekat…
  2. Menghujat produksi kondom, karena menurut mereka dengan membolehkan kondom beredar, artinya memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk sexually active.. yg mereka lupakan.. hal itu juga akan memberikan kesempatan untuk penularan penyakit kelamin yg mematikan.
  3. Membuat RUU APP… gak nyambung sih sebenernya…
  4. Memperdebatkan masuknya mata pelajaran Sex Education

Inti dari cerita diatas adalah sebenernya… sex bukan hal yg tabu dibicarakan.. semakin minim yg diketahui, semakin banyak pula orang yang mencoba2 tanpa tau akibatnya.

Produksi kondom sangat diperlukan sekarang ini, dan bukan bertujuan untuk mendidik generasi muda menjadi sexually active, sexually active itu pilihan masing-masing individu, bukan menghimbau smua orang untuk melakukan sex before marriage, cuma masing2 tau lah.. mana yg bener dan mana yg salah.. Dengan adanya kondom dapat mencegah tingkat penularan AIDS dan penyakit kelamin lainnya.

Tingkat pendidikan nasional harus ditingkatkan, kebanyakan dari pelaku pelecehan seksual dan hamil di luar nikah adalah masyarakat tingkat menengah kebawah yg punya tingkat pendidikan yg rendah..

dan Kehamilan di luar nikah bukan alasan bagi sekolah manapun untuk men-terminate pendidikan yg bersangkutan… dan buat para orang tua yang telah salah kaprah… membantu bahkan membiayai sang anak untuk melakukan aborsi ada tindakan yang sangat rendah… Apa artinya “nama baik keluarga” dibandingkan dengan nyawa seorang bayi dan anak sendiri yang juga merupakan darah daging sendiri..??

dan jika memang sudah terlanjur… terima dengan tangan terbuka, yang dilakukan salah.. dan mereka udah nerima akibatnya, mereka gak butuh caci maki dan segala macam omongan “miring”, si laki2 gak mau tanggung jawab..? ya sudah… jgn sampe mengemis2… akibatnya malah si cewek jadi depresi.. support mereka utuk gak salah lagi… dengan jalan mengasuh si calon bayi.. bukan malah dibuang…

This entry was posted in Thoughts. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s