Live Your Life Folks..!

2 kejadian bunuh diri di 2 mall yang berbeda pada hari yang sama, memang ngebikin sedikit spooky, yang satu cewek, yg satu cowok, dan dua-duanya memutuskan untuk bunuh diri di mall yang lumayan baru dan mall yang cukup prestigious.

Beberapa tahun yang lalu juga pernah ada kejadian terjun bebas dari salah satu gedung di daerah Thamrin, Jakarta, pelakunya cowok masih muda belia. Begitu juga 2 pelaku bunuh diri di mall yang terjadi baru-baru ini, dua-duanya masih muda belia, umur juga kalo gak salah, gak lebih dari 25 tahun.

Gue gak begitu mengerti apa yang ada di pikiran mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk commit suicide, apakah beban hidup yang menurut mereka terlalu berat untuk dipikul ato masalah yang menurut mereka gak bisa diselesein.

Commit suicide buat gue adalah tindakan yang sangat bodoh, beberapa tahun yang lalu, gue pernah didatangin oleh (H), mantan pacar sahabat gue (G), yang sepertinya cinta mati dengan G, setelah si H diputusin oleh G, hampir tiap hari si H menelpon gue, dan seringkali H mendatangi gue, keluhannya sama terus, “gue mo bunuh diri aja mit, sakit bgt, gak tahan”, awal-awalnya masih gue tenangin, lama-lama, berhubung gue udah bosen dengernya.. nih orang mo bunuh diri ngelapor dulu, kalo emang niat, ya bunuh diri aja sendiri, gak usah ngelapor-lapor, dan gue udah capek nenangin, gue tantang sekalian “ya udah, kalo menurut lo, bunuh diri bisa ngilangin sakit hati, ya silahkan, gih sana.. mo pake apa..? piso apa tali..??”

Setelah beberapa bulan berlalu, tiba-tiba si H muncul lagi, kali ini dengan berita “gue udah punya pacar baru”, setahun kemudian muncul lagi dengan berita “gue mau merid taon depan”, dan beberapa bulan kemudian dia muncul lagi “dateng ya ke nikahan gue”

Terlepas dari apakah si H ini bahagia dengan pernikahannya ato gak, let’s assume kalo dia sekarang telah menjadi keluarga kecil nan bahagia. Seandainya si H memutuskan untuk bunuh diri, dia gak akan pernah tau, kalo finally he’ll meet someone, fall in love and start a family and later on having kids.

Gue selalu percaya, God is the best and a perfect script writer, selama hidup gue yang udah puluhan tahun, too many things I have tasted, I didn’t have a very good childhood, I struggle against all the negative thoughts of some people, I lost loves many times, I have shattered into broken pieces, I’ve came to the lowest part.. and I believe so does other people..

TAPI

Didalam sebagian besar teori, yang sangat menentukan hasil akhir adalah proses, proses untuk dapat menjadikan semua kenangan buruk menjadi pelajaran hidup dan motivasi, proses pembuktian diri bagi lingkungan dan komunitas, proses untuk lebih menghargai apa yang kita punya dan proses untuk bangkit lagi., begitu kita bisa menjalani dan berhasil melalui semua proses tersebut, maka kita akan mendapat hasil akhir yang menyenangkan.

Susah..? memang.. teori emang lebih gampang dari prakteknya, each time you wanna give up, coba mikir lagi, too much wonderful things yang udah pernah dirasakan, dan mungkin akan lebih banyak great things yang akan dirasakan nanti, would you give that up?

One of my very dear friend bilang ke gue, karena global crisis dia kehilangan pekerjaan, sementara dia masih harus bayar mortgage apartmentnya, dan cicilan motornya, sebulan dia harus mengeluarkan at least 2000 EUR, sementara dia Cuma dapat unemployment fee dari pemerintah sebesar 800 EUR, the bank always calls him almost everyday, sementara dia sampe sekarang masih belum dapat pekerjaan.

Surprisingly, temen gue ini masih berpikir positif, “mau diapain lagi..? gak mungkin kan gue ngerampok bank?, I will get over it, pay the debt and move on, when..? someday.. gak mungkin gue seumur hidup kayak gini.. you’ll see.

Tapi sifat dasar manusia, selalu kebanyakan mikir negative dibandingkan positive nya, sekalinya dikasih susah, sibuk mengasihani diri sendiri, terus lupa sama kesenangan yang dulu pernah didapetin.

So, when things get rough, just enjoy it, kebanyakan orang mengira dengan mati menyelesaikan masalah, karena orang tidak pernah berkunjung ke dalam kematian kemudian balik lagi ke kehidupan, gak pernah tau kan apa yang terjadi setelah mati? Mungkin para pelaku bunuh diri tersebut setelah ngerasain mati, akhirnya nyesal.. pengen hidup lagi, tapi gak bisa..

Nobody wants to have a bad life, sometime it can’t be controlled, up and down, high and low, that’s the road must be taken, face it, deal with it, most of all love it, because u’ll never know what will u find along the way and something great is waiting for u at the end of the road, only if u believe it..

This entry was posted in Thoughts. Bookmark the permalink.

2 Responses to Live Your Life Folks..!

  1. bydt says:

    kalo ternyata mati emang solusinya dan disana menyenangkan? kita yang nyesel kah ? we’ll never know..hehe

    • mita says:

      Back to the faith we are in.. :), but for me.. commit suicide is a form of desperation action, shortcut to “solve” the problem. And any faith hates desperation.

      We have no right to stop our lives, it’s a gift, you wouldn’t throw away a gift given to you, right.. ? it would be so rude 😀

      but again… just my two cent.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s